gejala asam urat

hal yang haris di perhatikan dalam penyakit terutama penyakit yang berhubungan dengan darah dan jantung
Batas Kadar Asam Urat Normal Bagi Pria
Umur dan

Jenis Kelamin

Batas Bawah Batas Atas
Pria Dewasa 2 mg/dL 7,5 mg/dL
Wanita Dewasa 2 mg/dL 6,5 mg/dL
Pria Lansia 40+ 2 mg/dL 8,5 mg/dL
Wanita Lansia 40+ 2 mg/dL 8 mg/dL
  1. Rasa Sakit di Jempol Kaki

Akibat pengkristalan zat purina, jempol kaki merupakan bagian pertama yang terasa nyeri. Dalam istilah kedokteran disebut pirai; penyakit pada sendi tulang. Biasanya rasa sakit itu terjadi berulang kali selama beberapa jam.

Menurut studi Mayo Clinic, nyeri pada persendian bisa terjadi kapan pun. Sakit yang paling terasa terjadi dalam 12 jam pertama. Sebagian orang dapat mengatasi rasa tersebut dengan cepat; beberapa justru semakin parah.

Selain mengganggu aktivitas, nyeri sendi yang tak kunjung sembuh juga bisa berakibat fatal. Manakala bagian tersebut terasa sakit, sinyalnya dikirimkan ke otak. Jika organ ini tidak mampu mengendalikan rasa nyeri, gejalanya akan semakin meluas.

  1. Pembengkakan di Area Jempol Kaki

Jempol kaki yang mengalami nyeri berulang kali, lambat laun menjadi bengkak. Pembengkakan tersebut terjadi di sisi samping ibu jari hingga ke telapak kaki. Bahkan, bisa menyerang bagian tumit.

Pembengkakan terjadi akibat tumpukan asam urat di jempol kaki. Gejalanya ditandai dengan warna kemerahan pada kulit, terlihat menonjol, serta meradang. Jika tidak segera ditangani, indikasi ini akan meluas sampai ke bagian betis.

Supaya bengkak berkurang, Anda bisa mengompres dengan air dingin. Zat ini akan mencegah peradangan pada jempol kaki. Namun, untuk pembengkakan kronis, gunakan air hangat. Tujuannya agar peredaran darah lancar sehingga meredakan nyeri.

  1. Sendi Kaki Terasa Kaku

Pernahkah Anda merasa sulit menggerakkan kaki? Hati-hati, karena gejala ini menandakan serangan hiperurisemia. Rasanya seperti ada yang mencengkeram sendi sehingga menjadi kaku.

Gejala tersebut juga dibarengi rasa pegal dan linu. Selama tidur, penderita akan merasa tidak nyaman, gelisah, serta selalu ingin menggerakkan kaki. Salah satu cara mengatasi indikasi ini, yaitu memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat.

  1. Kulit Mengelupas

Gejala asam urat bisa menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh, termasuk kulit. Anda tidak hanya merasakan nyeri, tetapi juga gatal. Biasanya, indikasi ini menyerang permukaan kulit di atas persendian.

Awalnya, kulit tampak bersisik. Setelah beberapa hari, bagian tersebut mengelupas. Gejala ini bisa berkurang seiring waktu. Namun, akan menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak ditangani dengan baik.

  1. Kaki Sering Kesemutan

Kesemutan ditandai dengan mati rasa di bagian kaki. Biasanya, terjadi jika terlalu lama duduk bersila atau kedua kaki menekuk. Secara umum, serangan ini terjadi karena peredaran darah tidak lancar.

Namun, dalam kasus hiperurisemia, kesemutan disebabkan oleh asam urat. Gejalanya tidak hanya menyerang kaki, tetapi juga sendi di sekitar tangan. Jika hal ini dibiarkan, kesemutan bisa berlangsung selama beberapa hari. Akibatnya, Anda tidak dapat menggunakan tangan atau kaki untuk beraktivitas.

  1. Timbul Rasa Panas pada Sendi Kaki

Kesemutan yang tidak ditangani akan menimbulkan rasa panas di bagian kaki. Gejala ini pun disertai nyeri. Untuk meredakannya, cobalah berendam dalam air hangat berisi garam.

Sesekali, Anda bisa mengompresnya dengan air hangat. Cara ini sangat ampuh untuk mengatasi trauma otot, kesemutan, serta melancarkan oksigen.

  1. Serangan Interval Kritis dan Pirai Tingkat Lanjut

Gejala interval kritis dapat Anda alami jika asam urat tidak ditangani dengan baik. Indikasinya berlangsung selama 6-24 bulan. Pun bisa menyerang lebih dari dua kali dalam kurun waktu 5-10 tahun.

Kemudian, terjadi serangan pirai tingkat lanjut; ditandai dengan kondisi peradangan yang semakin parah. Luka tersebut akan mengeluarkan nanah. Selanjutnya, muncul gejala klinis berupa demam, nyeri hebat, serta penurunan fungsi ginjal.

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Orang awam kadang-kadang menyebut penyakit ini sebagai encok.

Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30 tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah menopause.

Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.

Ada penyakit asam urat, ada beberapa pola serangan yang sebaiknya diketahui. Pola serangan tersebut antara lain:

  • Umumnya menyerang pada malam hari. Namun, jangan heran juga jika gejala penyakit ini bisa menyerang kapan saja.
  • Gejala yang dirasakan bisa terjadi begitu cepat dalam waktu yang relatif singkat, hanya beberapa jam saja.
  • Sakit bisa bertahan selama 3 hingga 10 hari. Setelah masa tersebut, sendi yang mengalami sakit akan kembali normal, namun serangan bisa kembali datang terutama ketika kondisi ini dibiarkan.
  • Ingat, gejala bisa kembali kambuh dan hal ini bisa datang lagi beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian.
  • Serangan yang menyebabkan sendi mengalami sakit kemungkinan akan datang lebih sering seiring jalannya waktu terutama jika penyakit ini tidak diobati.

Meski ciri dari penyakit ini memiliki pola tertentu yang sudah diketahui, namun agak susah memprediksi seberapa sering serangan akan terjadi dan kapan pastinya hal tersebut. Artinya, siapapun harus tetap waspada kapan pun jika sudah terindikasi mengalami hal ini.

Penyakit asam urat lebih sering menyerang laki-laki dibandingkan perempuan. Lelaki yang berusia 40 tahun ke atas merupakan yang paling sering terkena kondisi ini. Pada perempuan, mereka lebih mungkin menderita kondisi ini setelah mengalami menopause.

Selain itu, mereka yang memiliki berat badan berlebih dan sering minum alkohol juga lebih berisiko mengalaminya.

Beberapa kondisi di bawah ini juga bisa membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit asam urat:

  • Memiliki keluarga yang menderita penyakit serupa.
  • Mengonsumsi obat yang bersifat diuretik untuk mengobati tekanan darah tinggi.
  • Memiliki tingkat kolesterol yang tinggi, menderita diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi.

Setelah mengetahui ciri-ciri asam urat dan siapa saja yang lebih berisiko menderita gangguan ini, sebaiknya tingkatkanlah kewaspadaan terhadap penyakit ini. Selain itu, segeralah menghubungi dokter jika mengalami salah satu atau lebih gejala di atas.